Ujian mid semester
1. asam karboksilat dapat ditranformasi menjadi
beberapa turunan.buatlah skema reaksi perubahan dari suatu amida menjadi ester
selanjutnya dikonversi menjadi asil halida
jawab: beberapa turunan dari asam karboksilat adalah
I.
Ester
II.
Halida
asam karboksilat
III.
Anhidrida
asam karboksilat
IV.
Amida
V.
Nitril
. Turunan asam karboksilat adalah senyawa
yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan asam karboksilat. Beberapa turunan
asam karboksilat dapat diperoleh dengan cara mengganti gugus OH dari asam
karboksilat dengan gugus-gugus lain
Pada
reaksi pembentukan turunan asam karboksilat di atas terjadi reaksi dimana
nukleofil (:Nu) menyerang atom karbon karbonil melalui pembentukan zat antara
tetrahedral.
Tipe
reaksi ini sering menggunakan asam sebagai katalis. Dengan penambahan proton
aatau penambahan H+ pada atom oksigen dari gugus karbonil akan
menyebabkan karbon karbonil menjadi lebih mudah diserang oleh nukleofil
(:Nu-H).
RCOOH + SOCl2 → RCOCl
+ SO2 + HCl
3 RCOOH + PCl3 → 3 RCOCl + H3PO3
RCOOH + PCl5 → RCOCl + + HCl POCl3
3 RCOOH + PCl3 → 3 RCOCl + H3PO3
RCOOH + PCl5 → RCOCl + + HCl POCl3
Akrilamida
(atau amida akrilat) adalah senyawa organik sederhana dengan rumus kimia C3H5NO
dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan (menyebabkan kanker atau karsinogenik).
Dalam bentuk murni ia berwujud padatan kristal putih dan tidak berbau. Pada
suhu ruang, akrilamida larut dalam air, etanol, eter, dan kloroform. Ia tidak
kompatibel dengan asam, basa, agen pengoksidasi, dan besi (dan garamnya). Dalam
keadaan normal ia akan terdekomposisi menjadi amonia tanpa pemanasan, atau
menjadi karbon dioksida, karbon monoksida, dan oksida nitrogen dengan
pemanasan.
Dalam
skala industri akrilamida dibuat dari hidrolisis akrilonitril oleh nitril
hidratase.
Akrilamida dapat membentuk rantai polimer panjang yang dikenal
sebagai poliakrilamida, yang juga karsinogenik. Polimer ini dipakai dalam
pengental karena ia akan membentuk gel bila tercampur air. Dalam laboratorium
biokimia poliakrilamida dipakai sebagai fase diam dalam elektroforesis gel
(PAGE atau SDS-PAGE). Ia dipakai pula dalam penanganan limbah cair, pembuatan
kertas, pengolahan bijih besi, dan dalam pembuatan bahan pengepres. Beberapa
akrilamida dipakai dalam pembuatan zat pewarna, atau untuk membentuk monomer
lain.
Akrilamida juga dapat terbentuk pada bahan makanan gorengan
yang mengandung pati, seperti kentang goreng, atau roti yang dipanggang.
Walaupun proses sepenuhnya tidak diketahui, pembentukan ini terkait dengan fenomenon reaksi pencoklatan
non-enzimatik yang dikenal sebagai reaksi Mallard. Perlakuan perendaman
potongan kentang sebelum digoreng dalam air atau larutan asam sitrat dapat
menurunkan kadar akrilamida sedangkan kepekatan warna coklat berkait erat
dengan kadar akrilamida yang terbentuk.
2.
usulkan bagaimana mensintesis ester yang
beraroma buah buahan seperti isopentil asetat yang beraroma pisang.jelaskan
reaksi reaksi yang terlibat dalam pembuatan ester tersebut,
Jawab : Pisang merupakan salah satu jenis pisang yang sangat populer di
masyarakat karena dapat langsung dimakan.
Bila pisang tersebut telah matang sempurna, pisang ini akan mengeluarkan aroma
yang kuat dan khas. Oleh karena itu aroma tersebut sering diambil untuk dijadikan
perasa pada makanan dan juga minuman. Aroma tersebut berasal dari
ester yang terkandung di dalam pisang yaitu iso amil asetat. Pada penelitian
ini ester didapat dengan cara mengekstrak kulit pisang dengan menggunakan
pelarut etanol dan etil asetat. Perbandingan antara berat kulit pisang dengan
pelarut adalah 1 : 3,5. Hasil ekstrak yang di dapat kemudian di distilasi untuk
memisahkan pelarutnya. Hasil distilasi tersebut kemudian dianalisa berat jenis,
indeks bias, kuantitatif dan kualitatifnya.Untuk mengetahui kemurnian hasil
ekstraksi digunakan pembanding yaitu iso amil asetat yang disintesis dari iso
amil alkohol dengan asam asetat glasial dan juga dengan atsiri pisang dari
pasaran. Dari hasil analisis didapat etanol sebagai pelarut yang paling baik dengan
massa kulit pisang 60 gram dan volume yang diperoleh dari hasil ekstraksi
adalah 0,1363 ml Oengan indeks biasanya 1,363 dan berat jenisnya 0,879. Jumlah
ini adalah yang paling banyak dibandingkan dengan produk yang lain. Dari hasil
analisis juga didapat iso amil asetat produk pasar memiliki konsenterasi yang
tinggi yaitu 99,96%, dari indeks bias yaitu 1,399 dan berat jenis 0,8801 yang
juga hampir mendekati nilai dari Iso amil aset sintesis yaitu indeks biasnya
1,399 dan berat jenis 0,8803. Hal ini membuktikan bahwa Iso Amil Asetat produk
pasar merupakan Iso Amil Asetat sintesis.
3.
Jelaskan
pengaruh efek induksi terhadap kekuatan tiga jenis asam karboksilat yang anda
sintesis dari suatu amida.?,,,
JAWAB:
pengaruhnyadari induksi kekuatan asam karboksilat yang disintesis adalah
pengukuran kekuatan asam
Dalam
air asam karboksilat berada kesetimbangan dengan asam karboksilat dan ion
hidroniaum.satu dari ukuran dari asam ialah besarnya ionisasi dalam air.lebih
besar jumlah ionisasi,lebiih kuat asamnya.asam karboksilat asam yang lebih
lemah dari pada H3O+ dalam larutan air
kebnyaan molekul asam karboksilat tidak terionisas.
Kekuatan
asam dinyatakan sebagai konstanta asam Ka,konstanta kesetimbangan ionisasi
dalam air.
Dimana:
(RCO2H) molaritas dari RCO2H
(RCO2) molaritas dari RCO2-
(H3O+
) atau (H+) molaritas H3O+ atau H+
Harga Ka yang lebih besar berati asm tersebut lebih kuat sebab
konsentrasi dari RCO2- dan H+ lebih besar.untuk mempermudah maka harga
pKa=adalah pangakt negataif dari pangkat
dalam Ka.apabila Ka bertambah,pKa berkuarng oleh sebab itu makin kecil pKa
berarti makin kuat asamnya.
Resonansi dan
kekuatan asam
Sebab
utama asam karboksilat bersifat asam adalah resonansi stabil dari ion
karboksilat. Kedua struktur dari ion karboksilat adalah ekivalen; muatan
negatif dipakai sam oleh kedua atom oksigen.
Delokalisasi
dari muatan negatif ini menjelaskan mengapa asam karboksilat lebih asam
daripada fenol. Walaupun ion fenoksida merupakan resonansi stabil kontribusi
utama struktur resonansi mempunyai muatan negatif berada pada satu atom.
Efek induksi dan kekuatn asam
Faktor lain disamping resonansi stbil dari in karboksilat
mempengaruhi keasamna dari senyawa.delokalisasi lebih jauh dari muatam negatif
ion karboksilat menstabilkan anion,relatif tehadapnya asamnya.penambahan
kestabilan dari anionya menyebabkan bertambahnya keasaman dari suatu
asam.misalnya,khlor elektronegatif.dalam asam khloro asetat,khlor menarik
kerapatan elektron ini menyebabkan delokalisasilebih jauh dari muatan,jadi
menstabilkan anion dan menambah kekuatan asam dari asamnya.asam khloasetat
lebih kuat dari asam asetat. Makin besar penarikan elektron oleh efek induktif,
lebih kuat asamnya. Asam dikloroasetat mengandung dua atom khlor yang menarik
elektron dan merupakan asam yang lebih kuat dari pada asam khlorasetat. Asam
trikhloroasetat mempunyai tiga atom khlor dan lebih kuat lagi daripada asam
dikhloroasetat.
4. Usulkan amida yang anda gunakan pada soal no.3 dapat
dibiodegradasi oleh suatu mikroorganisme, bagaimana hasil penguraiannya?
JAWAB: amida yang digunakan adalah biodegradasi soal no 3 klorofenol adanya kemampuan mikroorganisme untuk mendegradasi
senyawa senyawa kloroaromatik maka diperoleh suatu anggapan bahwa
mikroorganisme dapat digunakan untuk degradasi senyawa senyawa klorofenol.
senyawa klorofenol ini dapat didegradasi oleh mikroorganisme menjadi senyawa
senyaw yang lebih sederhana.peristiwa metabolisme pada degradasi ini juga
diikuti oleh mineralisasi merupakan konversi dari senyawa tersebut.mineralisasi
merupakan konversi dari senyawa klorofenol menjadi senyawa anorganik.dalam hal
ini klorofenol digunakan sebagai sumber karbon dan dan energi oleh
mikroorganisme memjadi molekul yang toksisitasnya lebih rendah.adanya halogen
pada siklis aromatik biasanya menimbulkan proses deaktifasi pada mikroorganisme
dalam biodegradsi.pengaruh deaktifasi bertambah dengan bertambahnya jumlah subtitusi
halogen pada aromatik klorofenol dengan subtitusi halogen yang dapat menjadi
resisten dalam biodegradasi mikroorganisme.secara alami mikroorganisme
mempunyai kemampuan untuk medegradasi senyawa klorofenol.kemampuan
mikroorganisme untuk mendegradasi klorofenol.kemampuan mikroorganisme untuk
mendegradsi klorofenol biasanya dipengaruhi oleh toksitisitas klorofenol
tersebut.walaupun sangta tiksit ada beberapa mikroorganisme yang dapat
mendegradasi senyawa klorofenol yang telah diisolasi.